Molekul Pertama Di Alam Semesta Setelah Terjadinya Big-Bang

Molekul Pertama Di Alam Semesta Setelah Terjadinya Big-Bang

Molekul Pertama Di Alam Semesta Setelah Terjadinya Big-Bang

Molekul Pertama Di Alam Semesta – Setelah berpuluh puluh tahun mencari ikatan molekul pertama yang terbentuk di alam semesta setelah Big Bang , para ilmuwan akhirnya menemukan ion helium hidrida (HeH+) di nebula NGC 7027.

“Kurangnya bukti tentang keberadaan helium hidrida di Alam Semesta telah mempertanyakan pemahaman kami tentang kimia di awal terbentukna Jagat Raya,” kata ahli astronomi Rolf Gusten kepada ScienceAlert.

“Pendeteksian yang dilaporkan sekarang, sudah menyelesaikan keraguan semacam itu,” lanjutnya.

Para ilmuwan mengklaim jika setelah terjadinya Big Bang pada 14 miliar tahun yang lalu , alam semesta mulai mendingin dan ion-ion unsur cahaya mulai bergabung kembali satu sama lain.

“Dalam lingkungan yang bebas logam dan kepadatan rendah ini, atom-atom helium netral membentuk ikatan molekul pertama Alam Semesta dalam ion helium hidrida (HeH+), melalui hubungan radiatif dengan proton,” Gusten dan rekan peneliti menjelaskan dalam sebuah makalah baru.

Cara Mendeteksi HeH+

HeH+ diperkirakan telah terbentuk di Nebula pada tahun 1970-an , namun masih belum bisa ditemukan dan terditeksi oleh para ilmuwan. Para peneliti beranggapan penyebab hal tersebut dikarenakan atmosfer Bumi pada dasarnya adalah penghalang untuk spektrometer (instrumen untuk menentukan panjang gelombang pelbagai macam sinar) yang berbasis di daratan.

Namun berkat kemampuan German Receiver for Astronomy at Terahertz Frequencies (GREAT) yang diterbangkan oleh pesawat antariksa Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) milik NASA membuat tim dari Gusten berhasil hambatan hambatan yang ada secara bersamaan.

Menurut Gusten , GREAT adalah satu-satunya perangkat yang dapat melakukan pengamatan semacam ini dan hanya mampu melihat helium hidrida di angkasa luar.

“Seseorang atau sesuatu tidak dapat melakukan pencarian sejenis ini dari observatorium berbasis darat, karena pada panjang gelombang 149 μm, atmosfer Bumi benar-benar buram. Jadi, kami harus pergi ke antariksa atau mengoperasikan instrumen kami dari platform dengan terbang di ketinggian tertentu, seperti SOFIA yang melayang di atas atmosfer yang lebih rendah,” papar Gusten.

Molekul Pertama Di Alam Semesta

Setelah menjalankan misinya tersebut dari Mei 2016 lalu , para ahli akhirnya slot online berhasil menemukan apa yang mereka cari selama ini yaitu sinyal pertama dari molekul pertama di alam semesta.

Penemuannya tersebut membuat Gusten menempatkan fokusnya pada reaksi kimia yang mengontrol pembentukan dan penghancuran molekul helium hidrida.

“Tingkat masing-masing kesulitan masih sukar untuk diukur atau dihitung,” ucap Gusten kepada ScienceAlert.

“Pengamatan kami akan membantu lainnya dalam ‘mengkalibrasi’ angka-angka ini, dan memberi umpan balik ke ‘jaringan’ kimiawi Semesta awal,” lanjutnya lagi.

Balt

Alam Semesta

No description. Please update your profile.

LEAVE COMMENT

Pos-pos Terbaru

Komentar Terbaru

    Daftar situs judi slot online terpercaya di KLIKWIN88 dan dapatkan banyak keuntungan yang memang bisa anda raih di kumpulan situs slot online terbaik dan terpercaya.